Teman Dental Ungkap Cara Menjaga Gigi Tetap Bersih Saat Menggunakan Behel
Menggunakan behel atau kawat gigi dapat membantu memperbaiki susunan gigi dan hubungan gigitan. Namun, keberadaan bracket dan kawat membuat beberapa bagian gigi menjadi lebih sulit dibersihkan. Sisa makanan juga dapat lebih mudah tersangkut di sela-sela komponen behel.
Jika kebersihan mulut tidak dijaga dengan baik, plak dapat menumpuk di sekitar bracket dan garis gusi. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, masalah gusi, serta munculnya noda pada permukaan gigi.
Karena itu, perawatan gigi selama menggunakan behel membutuhkan perhatian ekstra. Teman Dental membagikan beberapa cara sederhana yang dapat membantu menjaga gigi tetap bersih dan nyaman selama menjalani perawatan ortodonti.
Mengapa Gigi Lebih Sulit Dibersihkan Saat Memakai Behel?
Pada gigi tanpa behel, bulu sikat relatif lebih mudah bergerak mengikuti permukaan gigi. Sementara itu, bracket, kawat, dan komponen lainnya dapat menciptakan area tambahan yang harus dibersihkan.
Sisa makanan dapat terselip di sekitar bracket atau di bawah kawat. Jika tidak dibersihkan secara optimal, plak dapat menumpuk dan membuat gigi terlihat kusam.
Kondisi tersebut bukan alasan untuk takut menggunakan behel. Justru, dengan teknik dan alat kebersihan mulut yang tepat, gigi tetap dapat dirawat selama proses perawatan berlangsung.
1. Sikat Gigi dengan Teknik yang Tepat
Menyikat gigi secara rutin merupakan langkah utama dalam menjaga kebersihan mulut. Saat menggunakan behel, jangan hanya menyikat bagian tengah bracket.
Arahkan sikat secara perlahan ke bagian atas dan bawah bracket agar permukaan gigi di sekitarnya ikut dibersihkan. Area dekat garis gusi juga perlu mendapat perhatian.
Gunakan sikat berbulu lembut dan hindari tekanan berlebihan. Menyikat terlalu keras tidak membuat gigi lebih bersih dan justru dapat mengganggu jaringan gusi.
2. Pilih Sikat Gigi yang Sesuai
Sikat gigi khusus ortodonti dapat membantu membersihkan area di sekitar bracket. Beberapa orang juga menggunakan sikat interdental untuk menjangkau bagian yang sulit dibersihkan menggunakan sikat biasa.
Tidak harus menggunakan banyak alat sekaligus. Pilih perlengkapan yang sesuai dengan kondisi behel dan mintalah rekomendasi dokter gigi atau ortodontis jika Anda merasa kesulitan membersihkan area tertentu.
3. Jangan Lupakan Sela-Sela Gigi
Kawat gigi bukan hanya membuat permukaan sekitar bracket sulit dibersihkan. Sela-sela gigi juga tetap menjadi area yang perlu diperhatikan.
Benang gigi khusus pengguna behel atau alat pembersih interdental dapat digunakan untuk membantu mengangkat plak dan sisa makanan dari ruang antar gigi.
Membersihkan sela gigi secara rutin dapat menjadi bagian penting dari rutinitas kebersihan mulut selama perawatan.
4. Berkumur Setelah Makan
Tidak selalu memungkinkan untuk langsung menyikat gigi setelah setiap kali makan. Ketika sedang berada di sekolah, kantor, kampus, atau bepergian, berkumur dengan air putih dapat menjadi langkah sementara.
Berkumur membantu menghilangkan sebagian sisa makanan yang tertinggal di sekitar behel. Setelah memungkinkan, tetap lakukan pembersihan gigi secara menyeluruh.
Jika menggunakan obat kumur, pilih produk yang sesuai dan gunakan berdasarkan petunjuk pemakaian.
5. Perhatikan Makanan yang Dikonsumsi
Pemakai behel sebaiknya lebih berhati-hati terhadap makanan yang terlalu keras atau lengket. Makanan tertentu dapat menempel pada bracket atau bahkan berisiko menyebabkan komponen behel rusak.
Potong makanan menjadi ukuran kecil dan kunyah secara perlahan. Hindari kebiasaan menggigit benda keras seperti es batu, pensil, atau benda lainnya.
Menjaga kondisi bracket dan kawat tetap baik juga membantu proses perawatan berjalan sesuai rencana.
6. Batasi Makanan dan Minuman Tinggi Gula
Kebersihan gigi menjadi semakin penting ketika menggunakan behel, terutama jika sering mengonsumsi makanan atau minuman manis.
Gula dapat dimanfaatkan oleh bakteri di dalam plak dan berkontribusi terhadap proses yang menyebabkan kerusakan gigi. Jika sisa makanan manis tertinggal di sekitar bracket, area tersebut dapat menjadi lebih sulit dibersihkan.
Karena itu, batasi frekuensi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula. Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
7. Jangan Melewatkan Jadwal Kontrol
Perawatan behel membutuhkan kontrol secara berkala. Jadwal tersebut bukan hanya untuk menyesuaikan kawat atau memantau pergerakan gigi.
Dokter juga dapat mengevaluasi kondisi gigi dan gusi serta memberikan saran mengenai kebersihan mulut jika ditemukan area yang sulit dibersihkan.
Jika bracket terlepas atau kawat terasa mengganggu, jangan mencoba memperbaikinya sendiri. Hubungi dokter atau klinik yang menangani perawatan Anda.
8. Waspadai Tanda Masalah pada Gigi dan Gusi
Selama menggunakan behel, perhatikan perubahan pada kondisi mulut. Gusi yang mudah berdarah, membengkak, bau mulut yang menetap, munculnya bercak putih pada gigi, atau rasa sakit yang tidak biasa sebaiknya tidak diabaikan.
Bercak putih di sekitar bracket, misalnya, dapat menjadi tanda perubahan pada enamel akibat penumpukan plak. Semakin cepat masalah diketahui, semakin mudah dokter menentukan langkah yang sesuai.
9. Lakukan Pemeriksaan di Tempat yang Tepat
Perawatan ortodonti membutuhkan penanganan yang konsisten. Pastikan pemeriksaan dilakukan oleh tenaga profesional yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Memilih klinik gigi resmi dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika mencari tempat untuk pemeriksaan dan perawatan gigi. Konsultasi juga memungkinkan Anda mendapatkan panduan kebersihan mulut yang disesuaikan dengan kondisi behel.
Rutinitas Sederhana untuk Pemakai Behel
Agar lebih mudah diterapkan, Anda dapat membangun rutinitas sederhana: sikat gigi pagi setelah sarapan, bersihkan sela gigi, berkumur setelah makan ketika belum dapat menyikat gigi, kemudian lakukan pembersihan gigi secara menyeluruh sebelum tidur.
Yang terpenting bukan memiliki rutinitas yang rumit, tetapi menjalankannya secara konsisten.
FAQ Seputar Membersihkan Gigi Saat Menggunakan Behel
1. Berapa kali sehari harus menyikat gigi saat memakai behel?
Umumnya, gigi perlu dibersihkan setidaknya dua kali sehari. Setelah makan, pembersihan tambahan dapat dilakukan jika memungkinkan, terutama ketika terdapat banyak sisa makanan di sekitar behel.
2. Apakah pengguna behel boleh menggunakan benang gigi?
Boleh. Namun, penggunaan benang gigi perlu disesuaikan dengan keberadaan kawat. Benang gigi khusus ortodonti atau alat interdental dapat membantu menjangkau sela-sela gigi.
3. Apakah makanan manis harus dihindari sepenuhnya?
Tidak selalu, tetapi frekuensi konsumsi sebaiknya dibatasi. Setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis, bersihkan mulut dengan baik untuk membantu mengurangi penumpukan plak.
4. Mengapa gigi terlihat memiliki noda putih setelah memakai behel?
Noda putih dapat berkaitan dengan perubahan pada enamel yang terjadi akibat penumpukan plak. Jika menemukan perubahan warna seperti ini, sebaiknya konsultasikan kepada dokter gigi.
5. Apa yang harus dilakukan jika bracket terlepas?
Jangan mencoba menempelkan atau memperbaikinya sendiri. Hubungi dokter yang menangani perawatan behel untuk mendapatkan instruksi dan penanganan yang tepat.
6. Apakah scaling boleh dilakukan saat memakai behel?
Pembersihan profesional dapat dilakukan selama perawatan ortodonti, tetapi kebutuhan dan waktunya bergantung pada kondisi gigi dan gusi. Konsultasikan dengan dokter yang menangani Anda.
Kesimpulan
Menjaga gigi tetap bersih saat menggunakan behel memang membutuhkan usaha lebih dibandingkan sebelum memakai kawat gigi. Bracket dan kawat dapat menciptakan area yang lebih sulit dijangkau, sehingga plak dan sisa makanan perlu dibersihkan dengan lebih teliti.
Sikat gigi dengan teknik yang tepat, bersihkan sela-sela gigi, berkumur setelah makan, perhatikan pilihan makanan, dan jangan melewatkan jadwal kontrol. Jangan pula mengabaikan tanda seperti gusi bengkak, perdarahan, bau mulut menetap, atau perubahan warna pada gigi.
Teman Dental mengingatkan bahwa keberhasilan perawatan behel bukan hanya ditentukan oleh pergerakan gigi, tetapi juga bagaimana kesehatan gigi dan gusi dijaga selama proses berlangsung. Dengan perawatan yang konsisten dan pemeriksaan di klinik gigi resmi, Anda dapat menjalani proses ortodonti dengan lebih nyaman sekaligus menjaga senyum tetap sehat.

